Surabaya Bus, Pengalaman Menaiki Suroboyo Bus

Surabaya Bus

Surabaya Bus

Surabaya, Surabaya oh Surabaya, kota kenangan kota kenangan tak kan ku lupa. Begitulah cuplikan lirik lagu ‘Surabaya’ ciptaan Titik Hamzah. Berbicara tentang kota Surabaya memang tidak ada habisnya. Kota dengan julukan kota Pahlawan, kota Seribu Taman hingga kota Bonek alias bondo nekat. Karena tipikal warga Surabaya yang tak kenal takut dan nekat-nekat bahkan sejak jaman penjajahan dulu. Maka tak heran jika keberanian arek-arek Suroboyo berjuang memperebutkan kemerdekaan hingga kota Surabaya punya sebutan kota pahlawan. Banyak sekali bangunan-bangunan bersejarah yang masih di seantero kota Surabaya. Hal tersebut membuat pemerintah Kota Surabaya membuat suatu moda wisata sekaligus transportasi bagi warga Surabaya yakni ‘Surabaya Bus’.

Surabaya Bus ini merupakan layanan transportasi yang dibuat pemerintah Kota Surabaya yang diperuntukkan sebagai transportasi umum layaknya bus kota. Jadi pada dasarnya kalian bisa menggunakan bus ini untuk mengakses tempat-tempat di Surabaya sesuai rute yang telah tersedia. Selain itu sebagian warga Surabaya menggunakan moda transportasi ini untuk berwisata berkeliling kota. Pada artikel kali ini aku mau membagikan pengalaman berwisata mengelilingi kota dengan menaiki bus andalan warga kota Pahlawan ini.

Cara Naik dan Pembayaran Surabaya Bus

Sebelum menaiki bus ini perlu kalian ketahui bahwa transportasi ini memiliki metode pembayaran yang beragam namun tidak menyediakan metode pembayaran tunai. Pada awalnya metode pembayaran yang digunakan ialah dengan menukar sampah plastik berupa gelas plastik, dan botol plastik. Gelas dan botol plastik yang ditukar dengan tiket ialah 10 buah gelas plastik, 6 buah untuk botol plastik ukuran 650 ml dan 3 buah botol plastik ukuran 1500 ml.

Kalian bisa membawa sampah plastik tadi langsung saat hendak menaiki bus kemudian serahkan sampah tersebut kepada petugas yang berada di dalam bus. Selain itu kalian juga bisa menukar sampah menggunakan kartu setor sampah yang kemudian kalian akan mendapat 1 sticker yang berlaku untuk 1 tiket. Namun untuk mendapat kartu setor sampah hanya bisa di Terminal Purabaya dan Halte Rajawali.

Selain menggunakan sampah sekarang bus ini juga sudah menerima pembayaran melalui non-tunai menggunakan QRIS. Sistem pembayaran baru ini baru berlaku sejak tanggal 23 Agustus 2021 kemarin. Sehingga masyarakat yang hendak naik hanya perlu scan QRIS dengan cara QR Gopay, OVO, hingga mobile banking. Untuk tarif bagi masyarakat umum sebesar IDR5000, pelajar dan mahasiswa sebesar IDR2500 dan gratis untuk tenaga pendidik dan pegawai kelurahan/kecamatan dengan menunjukkan ID card.

Kalian bisa membayar via non tunai dengan petugas yang ada di dalam bus ketika sudah menaiki bus. Dan untuk perjalananku kali ini aku menggunakan 10 gelas plastik yang akan aku tukar dengan 1 tiket. Oh ya 1 tiket berlaku untuk 2 jam perjalanan dengan 1 penumpang.

Surabaya Bus Wisata

Rute dan Lokasi Halte

Untuk menaiki bus ini kalian harus mengetahui rute dan halte yang telah ditentukan. Bus ini memiliki 3 rute perjalanan yakni Terminal Purabaya – Rajawali, Terminal Joyoboyo – Mayjend Jono Soewojo, dan Gunugn Anyar – Kenjeran. Di setiap rute memiliki banyak halte dan bus tidak bisa berhenti selain di halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Maka dari itu kalian mesti mengetahui dan sudah berencana untuk naik dan turun di halte mana.

Pengalaman Naik Surabaya Bus Pertama Kali

Pada perjalanan kali ini aku memulai dari halte Kaliasin TP yang terletak di jalan Basuki Rahmat Surabaya. Aku memulai perjalanan pada pukul 10 pagi di hari minggu. Tiba di halte bus yang aku tunggu belum tampak sehingga aku harus menunggu terlebih dulu. Setelah menunggu sekitar 10 menit bus akhirnya tiba dan berhenti tepat di depan halte. Aku langsung naik dan petugas dengan sigap mengarahkan untuk duduk di belakang dan menanyakan metode pembayaran.

Oh ya untuk penumpang pria diwajibkan duduk di belakang sedangkan penumpang wanita memiliki tempat duduk khusus di depan dan bisa juga duduk di belakang. Karena memilih menggunakan gelas plastik, petugas bus langsung menyuruh untuk memasukkan gelas yang aku bawa untuk dimasukkan ke tong sampah yang berada di dalam bus. Kemudian petugas tersebut memberikan tiket yang bisa aku gunakan untuk 2 jam perjalanan.

Karena memilih perjalanan hari minggu, hampir di setiap halte selalu ada penumpang yang naik sehingga bus selalu penuh. Pada hari itu penumpang dominan ibu-ibu yang membawa anak-anaknya untuk berwisata berkeliling kota. Namun meskipun ramai bus tetap nyaman dan nggak panas. Selain itu ketika penumpang sudah penuh petugas juga dengan sigap menolak penumpang baru yang akan naik. Jempol deh buat pelayanan crew Surabaya Bus. Setelah hampir 1 jam berkeliling dan telah mencapai kebun binatang Surabaya akhirnya aku memutuskan untuk turun dan menyudahi perjalananku sambil berkunjung ke depan kebun binatang.

  • wisata surabaya
  • tunjungan
  • keliling surabaya
  • bus surabaya
  • surabaya travel

Sekian cerita pengalamanku menaiki Bus Surabaya yang nyaman dengan pelayanan terbaik. Jika mengunjungi Surabaya atau orang Surabaya sendiri jangan sampai gak mencoba naik moda transportasi satu ini.

Jangan lupa ikuti terus artikel-artikel selanjutnya..

Baca juga : Bhaskara Futsal Arena, Tempat Futsal dan Badminton di Surabaya Timur

Surabaya Bus

Jam Operasi : Setiap Hari 06.00 – 22.00 (bisa berbeda selama pandemi)

Aplikasi : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dishub.gobissurabaya&hl=in&gl=US

follow and subscribe my social media :

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *