Gunung Penanggungan, Pengalaman Pendakian Gunung Terfavorit

Penanggungan Mountain

Gunung Penanggungan

Indonesia memiliki banyak gunung indah yang terbentang dari pulau Sumatera dan Papua. Gunung-gunung tersebut merupakan kekayaan alam Indonesia yang harus kita jaga kelestarian alamnya. Banyak yang masih merupakan gunung aktif dan tak sedikit yang sudah nonaktif. Selain itu gunung-gunung di Indonesia memiliki ketinggian yang beragam mulai dari di atas 1000 mdpl hingga yang tertinggi takni Puncak Jaya dengan ketinggian 4884 mdpl. Dengan kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak gunung yang indah maka tak ayal jika sebagian masyarakatnya hobi dengan kegiatan di gunung khususnya mendaki. Kali ini aku mau membahas kisah pengalamanku mendaki salah satu gunung di Jawa Timur yang menjadi favorit para pendaki terutama bagi pendaki yang pertama kali ingin mendaki, yakni Gunung Penanggungan.

Gunung Penanggungan atau yang biasa dengan gunung Pawitra ini terletak di perbatasan antara kabupaten Mojokerto dan kabupaten Pasuruan. Meskipun memiliki ketinggian 1653 mdpl dan masih kalah tinggi dengan gunung-gunung besar lainnya namun gunung Penanggungan memiliki view yang indah dengan latar gunung Arjuno dan gunung Welirang.



Akses dan Jalur Menuju Pos Tamiajeng Gunung Penanggungan

Untuk mendaki ke puncak gunung Penanggungan terdapat beberapa jalur pendakian diantaranya via Tamiajeng, Jolotundo, Telogo Ngoro, Kedungudi, Kunjorowesi, Gajah Mungkur dan Wonosunyo. Dari sekian jalur tersebut jalur Tamiajeng lah yang paling ramai dan menjadi favorit. Lokasi pos perijinan pendakian jalur Tamiajeng tepatnya berada di Jl. Jolotundo, Tamiajeng, Kec. Trawas, Mojokerto, Jawa Timur 61375. Dan pada pendakianku kali ini aku juga akan menggunakan jalur Tamiajeng untuk menuju ke puncak Pawitra gunung Penanggungan.

Pukul 11 malam aku dan tim berangkat dari Surabaya dengan mengendarai sepeda motor. Sampai di daerah Waru hujan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya sehingga memaksa kami untuk berteduh hingga pukul 1 malam. Setelah kami rasa hujan mulai sedikit mereda kami berangkat lagi hingga sampai di daerah Pandaan kami berhenti di Indomaret untuk beristirahat sekaligus membeli logistik yang akan kami bawa untuk pendakian kali ini.

Setelah kami rasa cukup beristirahat dan logistik sudah lengkap kami berangkat menuju pos perijinan Tamiajeng dalam kondisi cuaca gerimis. Selama perjalanan menuju ke pos sangat mini penerangan dan kabut juga sering turun sehingga kalian mesti berhati-hati apabila melakukan perjalanan malam. Kami sampai di pos perijinan pukul 4 pagi dan memilih untuk beristirahat di salah satu warung sambil memesan makanan dan minuman panas sembari menunggu pagi tiba. Pada pukul 6 pagi kami mulai menuju pos perijinan untuk registrasi dan berdoa untuk memulai pendakian kali ini. Dan untuk biaya registrasi waktu itu sebesar IDR10.000 perorang.

Medan Jalur Tamiajeng Gunung Penanggungan

Di jalur Tamiajeng ini terdapat 4 pos pendakian dan 1 puncak bayangan sebelum melakukan trekking menuju puncak. Perjalanan dari pos perijinan menuju pos 1 masih lumayan mudah karena jalur berbatu dan sedikit menurun. Menuju pos 2 jalur juga masih terbilang landai dan terdapat warung makanan dan minuman jua tepat di pos 2. Menuju pos 3 trek ulai berubah menjadi tanah padat yang mulai menanjak namun tanjakan masih stabil dan ramah di kaki.

Jalur dari pos 2 ke pos 3 pun juga cukup dekat. Dan jalur menuju pos 4 ini yang mulai menyiksa. Tanjakannya pun mulai melelahkan dibandingkan jalur pos-pos sebelumnya. Apalagi waktu itu tiba-tiba hujan turun sehingga memaksa kami menggunakan jas hujan dan berhati-hati karena trek menjadi sangat licin.

Setelah melewati pos 4 kami menuju ke puncak bayangan dengan jalur yang semakin menanjak, berkelok-kelok dan sangat licin karena hujan. Tak jarang beberapa pendaki yang kami temui terpeleset ketika naik dan turun gunung. Bahkan beberapa pendaki yang turun gunung mengatakan kepada kami bahwa sejak semalam di puncak bayangan terjadi badai hingga pagi hari. Hal tersebut sedikit menyurutkan niat kami untuk ngecamp di puncak bayangan. Namun jarak yang sudah dekat membuat tekad kami lebih kuat.

Tak lama kemudian kami tiba di puncak bayangan dan terlihat ratusan pendaki telah mendirikan tendanya disini. Waktu yang kami butuhkan untuk mendaki dari pos perijinan hingga puncak bayangan sekitar 4 jam.

puncak bayangan

Trekking Menuju Puncak Pawitra Gunung Penanggungan

Setelah sampai di puncak bayangan hujan mulai mereda dan kami pun mendirikan tenda dan mulai memasak untuk makan siang. Kami berencana untuk menuju puncak keesokan harinya ketika waktu masih dini hari. Waktu yang kami punya hingga esok hari kami gunakan untuk beristirahat sekaligus menikmati suasana gunung yang jarang kami peroleh di Surabaya. Dan beruntungnya sejak kami tiba ke puncak banyangan hingga menjelang summit attack ke puncak cuaca sangat mendukung dan cerah.

Hingga pukul 10 malam kami sepakat untuk tidur guna mempersiapkan summit attack dini hari esok pagi. Pukul 1.30 dini hari kami bangundan mulai masak untuk mengisi perut sebelum pendakian ke puncak. Dan pukul setengah 3 pagi kami mulai Summit Attack ke puncak Pawitra.

Trek menuju puncak gunung Penanggungan dari jalur Tamiajeng lumayan melelahkan dengan kontur jalur tanah berbatu sehingga cukup licin dan membutuhkan fokus agar tak terpeleset. Sesekali kami berhenti untuk beristirahat dan menyaksikan dari atas pendaki-pendaki lain yang juga menuju ke puncak. Setelah 2 jam perjalanan dan tepat pukul 4.30 kami tiba di puncak Pawitra gunung Penanggungan.

Sudah terdapat beberapa pendaki yang tiba sebelum kami. Kondisi di puncak pun juga masih cukup gelap hingga pukul 5 pagi cahaya mentari mulai sedikit demi sedikit menujukkan jati dirinya. Tak lama kemudian keindahan puncak Pawitra dengan latar belakang gunung Arjuno dan Welirang yang berada tepat si seberang semakin jelas terlihat.

Perjalanan Turun dari Puncak ke Pos Perijinan

Setelah puas menikmati puncak Pawitra pukul 8 kami memutuskan untuk turun menuju ke pos bayangan. Perjalanan turun menuju pos bayangan lebih cepat dari pada saat mandaki ke puncak hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Tak lupa kami mSetelah sampai di tenda kami memasak lagi untuk sarapan sekaligus mengisi perut sebelum perjalanan ke pos perijinan. Hingga pukul 12 siang kami memulai untuk turun gunung.

Hanya selang beberapa menit perjalanan dari pos bayangan cuaca kembali berubah dan hujan turun dengan deras. Jalanan yang kemarin licin menjadi lebih licin ditambah terciptanya aliran air yang cukup deras di jalur pendakian. Perjalanan yang kami perkirakan akan cepat malah menjadi sedkit lama karena langkah kami yang hati-hati. Tak jarang kami mendengar suara ‘gedebug’ seperti suara buah nangka jatuh yang ternyata suara teman kami yang terjatuh.

Pukul 2 siang kami tiba di pos 2 dan memutuskan untuk istirahat sejenak di salah satu warung sembari memesan nasi dan minuman. Saat istirahat hujan pun belum menunjukkan tanda-tandanya untuk berhenti. Salah seorang pendaki yang kami temui di warung mengatakan bahwa ia baru pertama kali mendaki dan memilih mendaki di gunung Penanggungan. Ia pun berkeluh kesah kalau trek disini sangat melelahkan dan gak ingin lagi untuk naik gunung. Ya memang gunung selalu membuat sebagian orang jatuh cinta dan sebagaiannya lagi jatuh bangun, hehe. Setelah beristirahat sekitar 1 jam kami mulai melangkah menuju pos perijinan dan kemudian mengambil motor untuk pulang menuju ke rumah masing-masing.

Sekian cerita pengalamanku mendaki gunung Penanggungan yang terletak di antara Mojokerto dan Pasuruan ini. Bagi kalian yang ingin mencoba mendaki gunung tidak ada salahnya untuk memulai di gunung Penaggungan ini. Namun ajaklah teman yang sudah berpengalaman naik gunung sebelumnya. Im never lost in the mountains, but it is where i found myself.. 🙂

Ikuti juga artikel-artikelku lainnya, thank you..



Baca juga : Bromo, Keindahan Hakiki Alam Indonesia Part1



Gunung Penaggungan, Jalur Tamiajeng

Buka : Setiap Hari / 24 jam

Alamat : Jl. Jolotundo, Tamiajeng, Kec. Trawas, Mojokerto, Jawa Timur 61375 / Google Maps



Penilaian dan Ulasan Tripadvisor

Peringkat: 4.5 dari 5.

follow and subscribe my social media :

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *