Bromo, Keindahan Hakiki Alam Indonesia Part1

Bromo Semeru

Bromo, Penanjakan Bromo

Berbicara tentang pariwisata Indonesia memang takkan ada habisnya. Setiap waktu selalu berkembang dan tempat-tempat baru selalu ditemukan. Kekayaan alamnya mulai dari gunung, pantai, air terjun, budaya, sejarah hingga kuliner yang sangat beragam membuat wisatawan baik domestik maupun mancanegara jatuh cinta dengannya. Kali ini aku mau membahas salah satu destinasi wisata terbaik yang ada di Indonesia yang pernah aku kunjungi yakni Bromo dengan sunrise pointnya yang terkenal yakni Penanjakan Bromo.

Bromo sering kita lihat di iklan-iklan travel yang mempromosikan pariwisata Indonesia terutama sunrisenya. Dengan spot untuk melihat sunrisenya yang terkenal yakni puncak Penanjakan dengan latar belakang gunung Bromo, gunung Batok, lautan pasir dan gunung Semeru membuat sunrise di Bromo seakan melihat lukisan. Berada di empat wilayah kabupaten yakni kabupaten Malang, kabupaten Lumajang, kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Probolinggo membuat Bromo mempunyai banyak akses.



Lokasi dan Akses Menuju Penanjakan Bromo

Untuk menuju ke Penanjakan demi melihat sunrise dapat melalui beberapa jalur diantaranya dari Pasuruan, Malang dan Probolinggo. Namun untuk akses yang lebih mudah sampai ke Penanjakan yakni melalui jalur Pasuruan melewati Tosari. Karena apabila melalui jalur Pasuruan atau Malang bakal memutar dan menemui tanjakan yang cukup curam untuk menuju ke Penanjakan. Hal tersebut akan berbahaya jika membawa kendaraan sendiri. Kebanyakan wisatawan yang menggunakan jalur Malang dan Pasuruan jika ingin ke Penanjakan mereka menyewa hardtop atau jeep. Alamat lengkap sunrise point Penanjakan Bromo tepatnya di 3XW2+497, Kedewung I, Keduwung, Puspo, Pasuruan, Jawa Timur 67176.

Perjalanan Menuju Puncak Penanjakan

Pada perjalanan waktu itu aku dan teman-teman berangkat dari Surabaya pukul 8 malam menggunakan motor masing-masing dan aku mengendarai CB150R milikku. Kami riding dengan santai hingga memasuki Pasuruan dan berbelok ke arah Bromo sekitar pukul 11 malam. Sekitar 1 jam kemudian jalanan yang kami lewati mulai terasa lebih sepi dan pemukiman juga terlihat lebih jarang.

Tak lama kemudian jalanan pun mulai menanjak dan berkelok-kelok sehingga menambah kesenangan saat riding. Ditambah lagi kabut tipis, gelapnya jalanan dan udara dingin yang serasa menusuk tulang membuat kami berkendara dengan sedikit menggigil. Hingga pukul 1.30 kami tiba di pintu masuk Bromo. Karena kami tiba terlalu dini hari dan loket belum buka maka kami berhenti di slalah satu warung dekat loket untuk membeli makanan dan minuman panas.

Suhu dingin sekitar 8 derajat celcius ditambah angin yang kencang waktu itu malah membuat kami kedinginan karena berdiam diri di warung. Sehingga ketika pukul 3 dan loket baru dibuka kami cepat-cepat beli dan kembali melanjutkan perjalanan. Tak butuh waktu lama hanya sekitar 25 menit kami sudah sampai di parkiran Penanjakan lalu memarkirkan kendaraan kami. Kami pun segera berjalan menuju puncak Penanjakan untuk memilih spot terbaik untuk melihat sunrise.

Pengunjung saat itu sangat ramai karena bertepatan juga dengan momen hari Kemerdekaan 17 Agustus maka alhasil sunrise point Penanjakan penuh sesak tak berselang lama kami datang. Udara dan suhu yang lebih dingin sekitar 6 derajat celcius di atas Penanjakan membuat banyak pengunjung yang menggigil kedinginan menunggu datangnya sunrise. Namun ketika cahaya matahari mulai muncul di ufuk timur semua perjuangan dalam perjalanan hingga tubuh kedinginan ini terobati dengan keindahan sunrise Bromo.

Keindahan Hakiki Sunrise Penanjakan Bromo

Setelah menunggu dengan badan yang kedinginan sekitar mendekati pukul 5 pagi warna jingga mulai tampak di labgit sisi timur Bromo. Ratusan pengunjung yang tadinya meringkuk tiba-tiba dengan sigap berdiri dan mengabadikan momen tersebut dengan gawai masing-masing. Tiba-tiba aku teringat dengan salah satu scene dari film 5 cm yang ketika mereka mau menuju puncak Mahameru, salah seorang dari mereka berucap ‘matahari 17 Agustus’ karena mereka mendaki pada anggal 17 Agustus pula. Memang keindahan alam Indonesia tak akan pernah berbohong guys.

Gugusan pegunungan TNBTS yang tadi tak telihat kini mulai menampakkan kemegahannya. Mulai dari gunung Bromo, gunung Batok hingga yang tertinggi yakni gunung Semeru. Kabut yang menutupi area lautan pasir Bromo seakan membuat diri kami berdiri di atas awan. Pemandangan tersebut merupakan salah satu pemandangan terbaik yang pernah aku lihat.

Hingga ketika matahari mulai meninggi dan cahayanya tak lagi malu-malu menyinari bumi keindahan ini semakin jelas terlihat dan tidak tahu siapa yang mengawali tiba-tiba seluruh pengunjung waktu itu menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’ dengan serentak. Momen tersebut membuatku bangga dan haru akan alam Indonesia.

Sekian artikelku kali ini dan karena banyaknya keindahan dan spot yang menarik untuk dibahas mengenai Bromo maka aku akan membuat artikel tentang gunung ini menjadi beberapa part. Bagi kalian yang belum pernah mengunjungi objek wisata andalan Jawa timur ini tidak ada salahnya untuk berencana mengunjunginya suatu saat. Life is a journey, not a destination.. 🙂

Ikuti juga artikel-artikelku selanjutnya, thank you..



Baca juga : Lautan Pasir Bromo, Keindahan Hakiki Alam Indonesia Part2



Penanjakan Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Buka : Setiap Hari / 24 jam

Alamat : 3XW2+497, Kedewung I, Keduwung, Puspo, Pasuruan, Jawa Timur 67176 / Google Maps



Penilaian dan Ulasan Tripadvisor

Peringkat: 4.5 dari 5.

follow and subscribe my social media :

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *